n
- Kontrol diri,(self regulation) merupakan perilaku seseorang secara sadar baik
direncanakan atau tidak untuk mematuhi nilai dan norma sosial yang berlaku di
masyarakat.
- musuh terbesar manusia bukan berada di luar dirinya, akan tetapi justru berada di dalam
dirinya sendiri
- Orang yang mampu mengendalikan diri akan mampu menyelesaikan masalah tanpa
harus dengan kekerasan atau main hakim sendiri. Ia akan mengubah prasangka buruk
menjadi prasangka baik.
- prasangka baik akan menjdikan kehidupan kita menjadi tenteram, akan terjalin
persaudaraan (ukhuwah), saling pengertian.
- prasangka buruk kita akan berhadapan dengan permusuhan antar sesama dan tidak
adanya ketentraman dalam menjalani kehidupan.
- ayat tentang kontrol diri (mujahadah an-nafs:
Q.S. Al-Anfal/8: 72

- ayat tentang prasangka baik (huzsnunhnzan): Q.S. Al-Hujurat/49:10

- ayat tentang persaudaraan (ukhuwah)
1. Q.S. Al-Hujurat/49:12

Lafal
|
Hukum Bacaan
|
Lafal
|
Hukum Bacaan
|
Mad jaiz munfasil
|
Izhar syafawi
| ||
Mad thabi’i
|
Mad wajib muttasil
| ||
Qalqalah sugra
|
Idgham mimi
| ||
Idgham bighunnah
|
Idgham bighunnah
| ||
Ghunnah
|
Tafhim
| ||
Tarqiq
|
Ikhfa
| ||
Iqlab
|
Idgham bilaghunnah
| ||
Ikhfa syafawi
|
Idgham mutamatsilain
|

1. Mengartikan Q.S. Al-Anfal/8: 72
- Arti Mufradat (kosa kata/kalimat)
Lafal
|
Arti
|
Lafal
|
Arti
|
sesungguhnya
|
melindungi mereka
| ||
orang-orang yang beriman
|
dari sesuatu
| ||
orang-orang yang berhijrah
|
membrikan pertolongan
| ||
orang yang berjihad
|
meminta pertolongan mu
| ||
dengan hartanya
|
di dalam agama
| ||
dengan jiwanya
|
maka bagimu
| ||
di jalan Allah
|
pertolongan
| ||
sehingga
|
kecuali kepada
| ||
sebagian mereka
|
kaum di anar kamu
| ||
kepada sebagian yang lain
|
perjanjian antara mereka
| ||
dan mereka yang belum hijrah
|
apa yang kamu kerjakan
|
- Arti ayat
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain saling melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Al-Anfal/ 8: 72)
2. Mengartikan Q.S. Al-Hujurat /49: 10
- Arti Mufradat (kosa kata/kalimat)
Lafal
|
Arti
|
Lafal
|
Arti
|
sesungguhnya orang-orang mukmin
|
bertaqwalah kepada Allah
| ||
bersaudara
|
agar kamu
| ||
maka damaikanlah
|
mendapat rahmat
| ||
antara kedua saudaramu
|
- Arti ayat
Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (Q.S. Al-Hujurat /49: 10)
3. Mengartikan Q.S. Al-Hujurat /49: 12
- Arti Mufradat (kosa kata/kalimat)
Lafal
|
Arti
|
Lafal
|
Arti
|
wahai orang-orang
|
satu sama lain
| ||
yang beriman
|
apakah kamu suka
| ||
jauhilah kalian
|
salah seorang diantaramu
| ||
dari prasangka buruk
|
memakan
| ||
sebagian prasangka buruk
|
daging saudaranya
| ||
dosa
|
dan bertaqwalah kepada Allah
| ||
Jangan mencari kesalahan orang lain
|
sesungguhnya Allah
| ||
dan janganlah menggunjing
|
menerima taubat dan penyayang
|
- Arti ayat
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka buruk (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka buruk itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” Q.S. Al-Hujurat /49: 12)
Kandungan Q.S. Al-Anfal/8: 72
Al-Qur’an surah al-Anfal/8:72 menjelaskan tentang:
a. Kaum Muhajirin, yaitu umat Islam yang hijrah ke Madinah baik bersama Nabi Muhammad saw. maupun yang menyusul berhijrah. Mereka hijrah dan berjihad untuk memperjuangkan agama Allah swt. baik di Makkah maupun di Madinah.
b. Kaum Ansar, yaitu orang-orang Madinah yang memeluk agama Islam, beriman kepada Nabi saw. dan mereka berjanji akan sama-sama berjuang di jalan Allah, bersedia menanggung segala resiko dan akibat yang terjadi dari perjuangan.
c. Kaum Muslimin yang tidak berhijrah ke Madinah. Mereka tinggal di negeri yang dikuasai oleh kaum musyrikin baik di Mekah maupun beberapa tempat di sekitar kota Madinah.
2 Kandungan Q.S. Al-Hujurat /49: 10
Al-Qur’an surah al-Hujurat /49: 10 menjelaskan bahwa sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, oleh karena itu pereratlah tali persaudaraan.
3 Kandungan Q.S. Al-Hujurat /49: 12
Al-Qur’an surah al-Hujurat /49: 12 menjelaskan bahwa Allah Swt. melarang berprasangka buruk, yaitu menyangka seseorang melakukan perbuatan buruk Umar bin Al Khathab ra. pernah berkata, "Janganlah kalian berprasangka terhadap ucapan yang keluar dari saudara mukmin kecuali dengan prasangka baik. Sedangkan engkau sendiri mendapati adanya kemungkinan ucapan itu mengandung kebaikan."

- Menurut Rasulullah SAW seperti diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Iman didefinisikan dengan akad/perjanjian dengan hati, dan ikrar/bersumpah dengan lisan (ucapan) dan dilakukan/dibuktikan dengan anggota tubuh (arkan).
- Al-Karim (Maha Mulia):
Mari kita pelajari QS An-Naml/27 ayat 40 :
Artinya:
“Barang siapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya, dan barangsiapa yang ingkar maka sesungguhnya rabbku maha cukup dan maha mulia”.
- Al Mu'min (Maha Mengaruniakan Keamanan):
QS Al-Quraisy/106 : 3-4 menyebutkan:
Artinya:
Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah).
yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.
- Al Wakil (Maha Mewakili/Penolong):
QS Ali Imran/3 : 173 menyebutkan:
Artinya:
“(yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", Maka Perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi penolong Kami dan Allah adalah Sebaik-baik Pelindung".
- Al-Matin (Maha Kokoh/Kuat)
QS Ad-Dzariyat/51 : 58,
Artinya: “Sesungguhnya Allah Dialah Maha pemberi rezki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh”.
- Al-Jami’ (Yang Maha Mengumpulkan)
Dalam QS Ali Imran/3 ayat 9 Allah SWT berfirman :
Artinya: "Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya". Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.
1. - Al-‘Adl (Maha Adil)
Dalam QS. Al-Baqarah/2 ayat 216 Allah SWT berfirman :
….
Artinya: ”…. boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”.
2. - Al-Akhir (Maha Akhir)
Allah Al-Akhir artinya Allah adalah Dzat yang paling akhir dibandingkan selainNya. QS Al-Hadiid/57:3
Artinya: “Dialah yang Awal dan yang akhir yang Zhahir dan yang Bathin; dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu”.
A. Hikmah Beriman Kepada Allah SWT
Setelah kita mempelajari tujuh Asmaul Husnadi atas, ada beberapa pelajaran/hikmah yang dapat kita petik dari keimanan kepada Allah melalui pemahaman terhadapt Asmaul Husna. Hikmah-hikmah tersebut antara lain:
1. Keimanan kepada Allah harus ditunjukkan dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya. Bukan hanya sebuah pengakuan palsu dengan lisan.
2. Allah memiliki Asmaul Husnadan kita diperintah untuk berdoa dengannya, maka pelajarilah 99 Asmaul Husna Allah dan berdo’alah dengannya.
3. Mendorong kepada kita agar dapat mewujudkan sifat-sifat mulia Allah dalam perilaku kita sehari-hari.
4. Allah maha mulia (al-Kariim), maka jadilah khalifah Allah yang memiliki keluhuran budi.
5. Allah maha memberi keamanan (al-Mu’miin), maka jadilah khalifah Allah yang dapat memberikan keamanan untuk mahkluk lain.
6. Allah maha menolong (al-Wakiil), maka hiduplah dengan optimis karena Allah akan menolong khalifahNya yang mengalami masalah dalam tugasnya.
7. Allah maha kuat/kokoh (al-Matiin), maka jadilah khalifah Allah yang teguh pendirian dalam menegakkan kebenaran dan kejujuran.
8. Allah maha mengumpulkan (al-Jamii’), maka bersiaplah untuk berkumpul di padang mahsyar untuk mempertanggungjawabkan amanah Allah kepada kita sebagai khalifah di muka bumi ini. Dan jadilah katalisator yang dapat mewujudkan persatuan dan kesatuan ummat untuk terbentuknya satu kesatuan sistem kehidupan yang harmonis.
9. Allah maha adil (al-’Adl), jadilah khalifah yang yakin bahwa Allah maha tahu apa yang kita butuhkan, sehingga kita menjadi manusia yang siap mendapat ujian syukur ataupun ujian sabar dari Allah.
10. Allah maha akhir (al-Akhir), jadilah khalifah yang siap bertanggungjawab terhadap apa yang kita lakukan dalam rangka menjalani tugas sebagai khalifah ini.

1. Asmaul Husnaadalah nama-nama Allah yang terbaik.
2. Manusia adalah khalifah Allah yang bertugas mengejawantahkan sifat-sifat Allah dalam mengelola kehidupan alam ini.
3. Jumlah Asmaul Husnaada 99 nama, beberapa dinataranya adalah:
a. al-Kariim (Maha Mulia) ,
b. al-Mu’min (Maha Memberi Keamanan),
c. al-Wakiil (Maha Penolong),
d. al-Matiin (Maha Kuat),
e. al-Jaami’ (Maha Mengumpulkan/Mempersatukan),
f. al-‘Adl (Maha Adil), dan